Keputusan Penting tentang Perjanjian Pranikah di Singapura

[ad_1]

Pengadilan Banding Singapura, dalam kasus TQ v TR [2009] SGCA 6, telah secara pasti memutuskan pada keberlakuan perjanjian pranikah asing.

Di masa lalu, Singapura mengikuti aturan Inggris bahwa perjanjian pranikah umumnya tidak memiliki kekuatan hukum. Namun, perkembangan terbaru, baik di Inggris maupun di Singapura, telah memegang aturan ini sudah ketinggalan zaman dan harus memberi jalan pada prinsip bahwa perjanjian pranikah dapat dipertimbangkan, sebagai bagian dari semua keadaan dalam sebuah kasus, dalam penentuan pengadilan tentang apa yang adil dan adil.

Pengadilan Banding Singapura sekarang menyatakan bahwa biasanya akan menegakkan perjanjian pranikah asing.

Kasus yang disebutkan di atas menyangkut perjanjian pranikah antara seorang suami Belanda dan seorang istri Swedia yang masuk ke dalam negeri Belanda. Secara khusus, perjanjian ini dibuat oleh notaris hukum sipil Belanda di Belanda. Kesepakatan yang diberikan, antara lain, bahwa "
[ad_2]