Prinsip Dasar Kinematika

[ad_1]

Para siswa diminta untuk menghitung tinggi maksimum yang dicapai oleh bola, ketika dilemparkan dengan kecepatan 6 meter per detik. Demikian pula, seorang pejalan kaki pagi bergerak di jalur setengah lingkaran dengan radius 35 meter. Jika dia mulai di salah satu ujung trek dan mencapai di ujung yang lain, mereka diminta untuk menghitung jarak yang ditempuh dan juga perpindahan.

Analisis gerak tubuh dipelajari secara luas dalam cabang fisika yang dikenal sebagai mekanika.

Kinematika memang berurusan dengan jalur tubuh yang bergerak. Penyebab gerak mereka tidak dipelajari dalam kinematika. Gerak kendaraan di jalan lurus adalah contoh gerak dalam satu dimensi. Gerakan proyektil di permukaan bumi adalah contoh gerak dengan percepatan seragam dalam dua dimensi. Bola kriket yang dilemparkan oleh fielder adalah contoh proyektil.

Suatu partikel atau benda dikatakan bergerak jika menempati posisi yang berbeda pada waktu yang berbeda. Kalau tidak dikatakan akan beristirahat.

Perubahan posisi dalam arah tertentu dikenal sebagai perpindahan. Jarak didefinisikan sebagai jalur total yang dilalui oleh suatu objek ke segala arah. Perpindahan di sisi lain, adalah jarak terpendek dalam arah tertentu.

Jika sebuah kendaraan menempuh jarak 150 kilometer dalam tiga jam, kecepatannya adalah 50 kilometer per jam. Kecepatan kendaraan adalah kecepatannya dalam arah tertentu. Kecepatan (v) diberikan oleh rumus, perpindahan (s) / waktu (t). Ketika setiap tubuh melakukan perjalanan jarak yang sama dalam interval waktu yang sama ketika bergerak dalam garis lurus, dikatakan bergerak dengan kecepatan seragam.

Jika 'u' adalah simbol untuk kecepatan awal, t adalah untuk waktu, dan 'v' adalah untuk kecepatan akhir, maka kecepatan rata-rata diberikan oleh rumus: u + v / 2. Jarak atau perpindahan (s) dapat dihitung dengan mengalikan kecepatan rata-rata dengan waktu (t).

Para peneliti juga bisa mendapatkan persamaan gerak seperti, v = u + pada. Persamaan ini dimaksudkan untuk partikel bergerak dengan percepatan seragam sepanjang garis lurus.

Objek akan mengalami retardasi konstan ketika mereka naik dan akselerasi konstan saat jatuh. Karena fenomena alam ini disebabkan oleh gaya gravitasi bumi, ini dikenal sebagai akselerasi karena gravitasi (g). Untuk jatuh bebas dan tubuh berakselerasi seragam, persamaan gerak memang berubah. Misalnya, persamaan, v = u + at, menjadi v = u + gt. Ketika objek naik, persamaan yang sama akan ditulis sebagai, v = u-gt.

Jarak dan kecepatan adalah besaran skalar. Perpindahan dan kecepatan adalah besaran vektor. Semua partikel, dari elektron ke galaksi sedang bergerak di alam semesta !.

[ad_2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *