5 Perbedaan Peta Lama dan Peta Baru Indonesia

ban mobil
ban mobil

Menurut ban mobil sebagai Warga Negara Indonesia, tahukah anda bahwa pada tanggal 14 Julikemudian Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman mengenalkan Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia yang baru? Sebelum peta baru itu diluncurkan, anda harus tahu bahwa sebelumnya ada perjanjian perbatasan terlebih dahulu yang ditandatangani oleh kedua belah negara, yakni Indonesia dan Singapura. Di samping itu, ada pun perjanjian batas maritim antara Indonesia dan Filipina.

Arif Hava Oegroseno sebagai Deputi bidang Koordinasi Kedaulatan Maritimmenyatakan bahwa terdapat sejumlah perubahan pada peta terbaru, yaitu:

1. Terdapat Laut Natuna
Sebagai Warga Negara Indonesia, anda harus tahu bahwa ada pembaruan penamaan dibagian unsur utara Laut Natuna yang kini diberi nama Laut Natuna Utara. Dalam peta sebelumnya, Laut Natuna sedang di bagian dalam garis laut teritorial.

2. Batas dengan Palau
Perbedaan yang kedua ialah batas dengan Palau. Kalau anda bandingkan dengan peta lama, makan anda akan mengejar batas distrik Indonesia yang masih melengkung sebab ada dua pulau kepunyaan Palau. Dilansir dari goodnewsfromindonesia.id, di peta baru, distrik Palau diblokir karena adalahbatas Zona Tangkap Ekslusif yang menjadi perairan Indonesia. Sedangkan, kedua pulau kecil kepunyaan Palau, Karang Haelen dan Pulau Tobi melulu diberi luasan 12 nautical mile saja.

3. Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Selat Malaka
Selanjutnya, di unsur Selat Malaka terdapat sejumlah perubahan. Dilansir dari Kumparan, sebelumnya Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara Indonesia dan Malaysia belum ditetapkan, tetapi di peta baru, Indonesia mengklaim ZEE lebih mengurangi ke sisi Malaysia.

Jika anda lihat pada peta baru, ada garis batas yang jelas akanmempermudah kapal-kapal untuk mengerjakan patroli perbatasan. Hal inipun terjadi pada perbtasan Indonesia-Singapura-Malaysia yang tepatnyasedang di Selat Riau.

4. Batas Laut Teritorial di Perbatasan Selat Riau
Di peta baru, anda akan menyaksikan sebuah format bulat. Bulatan tersebut bermanfaat untuk mempertegas dua karang kecil, yakni South Ledge yang masih dinegosiasikan oleh pihak Singapura dan Malaysia, dan Pedra Branca yang adalahkarang kepunyaan Singapura.

Secara hukum Internasional, kedua karang tersebut ialah milik Singapura dan Malaysia. Karena di peta ukuranya terlalu kecil, makanya diserahkan batas yang lumayan luas di peta lama. Tapi, bila kamu simaklah di peta baru, pulau tersebut diserahkan bulatan dan diserahkan alokasi distrik selebar 500 meter.

5. Batas antara Indonesia dengan Filipina di Laut Sulawesi
Yang terakhir, anda akan menyaksikan perubahan batas antara Indonesia dengan Filipina di Laut Sulawesi. Kalau diacuhkan di peta lama, anda akan menjumpai garis putus-putus pada batas antara Indonesia dan Filipina, namun, kalau diacuhkan gambar pada peta yang baru, garis putus-putus tersebut telah menyatu. Mengapa? Dilansir dari Kumparan, urusan tersebutdiakibatkan karena perjanjian Zona Tangkap Eksklusif (ZTE) antara Indonesia dan Filipina telah selesai. Berdasarkan keterangan dari Arif, Indonesia bahkan telah ratifikasi dengan undang-undang nomor 4 tahun 2017.

Sebagai informasi ekstra dalam peluncuran peta Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terbaru, sekian banyak pihak-pihak perwakilan kementerian dan lembaga bersangkutan pun sudah meresmikan melewati tanda tangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *